May 2, 2017

Latar Belakang

  • Latar Belakang Pendirian Politeknik Tugu

 

Untuk memenuhi kebutuhan akan lapangan pekerjaan dibidang industri, teknologi komputer dan komunikasi, dimana pada era globalisasi ini menuntut era keterbukaan, era informasi yang begitu cepat dan menuntut semua bidang untuk segera berhubungan dengan teknologi modern. Terutama dalam bidang instrumentasi dimana perusahaan dan industri semakin maju dan canggih maka diperlukan tenaga-tenaga terampil untuk mengisi sumber daya manusia yang terampil dan mengerti akan alat-alat industri. Maka Politeknik Tugu sebagai Politeknik Pertama yang membuka program instrumentasi di Indonesia diharapkan dapat mampu memenuhi permintaan kebutuhan tersebut.

 

Sebagai daerah di sekitar pusat ibukota negara Indonesia yang mengalami perkembangan pembangunan terutama industri dan sistem informasi dengan teknologi komputer, maka keperluan akan tenaga terampil dari bidang komputer yang handal sangat diperlukan, khususnya tenaga terampil dari lulusan jenjang diploma sangat dibutuhkan segera, karena tenaga terampil ini siap pakai di bidangnya. Maka Politeknik Tugu membuka program studi Teknik Komputer selain itu dibuka juga program studi Bahasa Inggris yang menekankan penerapan bahasa Inggris di bidang sains, industri dan teknologi. Ini diselenggarakan berdasarkan analisa survey tim Politeknik Tugu terhadap kebutuhan, peluang dan kompetensi. Selain itu masih sedikitnya Politeknik yang berada di wilayah sekitar Jakarta.

 

Pada bulan Januari 1998 diadakan rapat tim badan pengurus harian  (BPH) yang dipimpin oleh Tony Mulia, Ph.D, Dr. Mussaddiq Musbach, Dr. Leonard JIL yang menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi profesi setelah melihat kebutuhan SDM pada masa globalisasi di era milenium. Dengan rincian sebagai berikut:

 

Bentuk Perguruan Tinggi = Politeknik

Nama Perguruan Tinggi   =  Adhi Dharma

Bidang studi yang akan didirikan:

  1. Instrumentasi Elektronika
  2. Instrumentasi Industri
  3. Manajemen Komputer
  4. Bahasa Inggris
  5. Sekretaris

 

maka pada bulan Febuari 1998 anggota BPH YAPAFI bertemu dengan direktur Politeknik Bandung membahas persyaratan pendirian Politeknik dan bertemu dengan pembina sarana akademis P5D. Pada rapat dengan pengurus YAPAFI terbentuklah pengurus BPH yang baru dengan :

 

Ketua              : Tony Mulia, Ph.D

Sekretaris        : Dr. Musaddiq Musbach

Bendahara       : Dr. Leonard J.I.L

 

Pada bulan April 1998 diadakan rapat anggota BPH YAPAFI dan di dapat kesepakatan, Nama pengurus tinggi diubah menjadi Politeknik Tugu. Hal ini disebabkan karena pertimbangan lokasi awal dari semua kegiatan pendirian Politeknik di gedung YAPAFI terletak di kelurahan Tugu kecamatan Cimanggis kotamadya Depok propinsi Jawa Barat.

 

Dibuatlah proposal pendirian Politeknik Tugu dengan program studi Instrumentasi Elektronika, Instrumentasi Industri, Manajemen Komputer, Bahasa Inggris dan Sekretaris dalam sebuah buku. Pada bulan ini juga di buatlah statuta Politeknik Tugu dengan Penetapan lokasi kampus II Politeknik Tugu di Jl. M. Kahfi II No. 48 Jagakarsa Jakarta Selatan dengan pertimbangan:

 

  • Finansial dan bersertifikat.
  • Lokasi yang mendekati Jakarta dan strategis.
  • Kemudahan transportasi umum karena dekat dengan jalan besar Pasar Minggu -Depok dan dekat dengan stasiun kereta listrik Lenteng Agung.

 

Pada bulan September 1998 diadakan kuliah perdana Politeknik Tugu dengan 6 mahasiswa program studi Instrumentasi. Pada bulan Desember 1998 didapat tanggapan proposal P5D yaitu untuk tiap program studi yang diusulkan maka proposalnya harus terpisah dan untuk mendapatkan ijin berdirinya Politeknik baru maka minimal 3 buah Program Studi. Untuk itu Politeknik Tugu memutuskan untuk mengajukan 3 buah Program Studi yaitu : Instrumentasi, Manajemen Komputer dan Bahasa Inggris.

 

Pada bulan Januari 1999 izin pengurusan Politeknik Tugu ini diteruskan oleh Drs. Supriyanto dan Anung Haryono, S.Si. dengan membuat proposal yang harus mengikuti format yang dibuat oleh tim P5D Bandung. Pada bulan Mei 1999 proposal ini dibawa kembali ke Bandung untuk dilakukan penilaian dan pada bulan Juli 1999 hasil penilain masih kurang dari 500 (angka 500 merupakan score minimal yang harus didapatkan ).

 

Pada bulan Agustus 1999 proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali ke P5D Bandung dengan hasil yang memuaskan yaitu melewati angka 500, sehingga pada bulan Juli 2000 dilaksanakan presentasi di hadapan Tim Penilai P5D, setelah itu Site Visit di Politeknik Tugu oleh Tim Penilai P5D pada bulan Desember 2000 dengan menghasilkan surat rekomendasi bahwa ketiga program studi di Politeknik Tugu mendapat hasil yang memuaskan. Dan pada bulan Mei 2001 Surat keputusan menteri melalui SK. Mendiknas RI No. 44/D/O/2001 memutuskan bahwa Politeknik Tugu dapat melaksanakan pendidikan tinggi dengan mandiri. Dengan program studi sebagai berikut:

  1. Instrumentasi
  2. Teknik Komputer
  3. Bahasa Inggris